08 Agustus 2026
Mulai dari penggunaan 100% ayam segar dari peternak lokal, sistem quality assurance yang terintegrasi, hingga peran Ciken Ekspert Ofiser (CEO) dalam menjaga konsistensi kualitas di setiap restoran
Jakarta, 8 Agustus 2026 – Ketika menikmati Ayam Krispy McD, pelanggan mungkin hanya merasakan lapisan tepung renyah dan daging ayam yang juicy dengan cita rasa yang khas. Namun di balik setiap sajian tersebut, terdapat serangkaian proses dan standar kualitas yang dijalankan secara konsisten mulai dari penggunaan 100% ayam segar (bukan frozen) dari peternak lokal, pengawasan mutu (quality assurance) yang terintegrasi, hingga proses pengolahan oleh kru bersertifikasi. Melalui pendekatan inilah McDonald’s Indonesia menjaga konsistensi untuk mewujudkan janji Ayam Krispy McD yang “Lebih Krispy, Lebih Juicy, Lebih Tasty” di seluruh restorannya.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 1999, Ayam Krispy McD telah menjadi salah satu menu favorit masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, upaya menjaga kualitas tidak berhenti pada penggunaan bahan baku lokal, tetapi juga diwujudkan melalui kolaborasi dengan mitra dan talenta Indonesia di setiap tahapan.
“Sejalan dengan semangat ‘Sepenuhnya Indonesia’ yang telah menjadi bagian dari perjalanan 35 tahun McDonald’s Indonesia, menjaga standar operasional yang konsisten, kehadiran teknologi pendukung, serta pengembangan kompetensi kru, dilakukan untuk membuat setiap potong Ayam Krispy McD tersaji dengan kualitas yang sama setiap kali dinikmati pelanggan,” terang Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald's Indonesia.
Janji untuk Menjaga Kualitas di Setiap Tahapan
Untuk memastikan janji “Lebih Krispy, Lebih Juicy, Lebih Tasty” terpenuhi, McDonald’s Indonesia menerapkan sistem quality assurance yang saling terhubung di setiap tahapan perjalanan Ayam Krispy McD, mulai dari peternakan, Rumah Potong Ayam (RPA), hingga pengiriman ke restoran. Proses tersebut diawali dengan penggunaan 100% ayam segar (bukan frozen) yang dipasok setiap hari. Semuanya wajib memenuhi standar biosecurity, animal health welfare, serta prinsip Halalan Thoyyiban sebagai fondasi dalam menjaga kualitas bahan baku.
